in Pemikiran, Publik, Spiritualitas

Waktu itu tidak ada. Yang ada adalah pergerakan benda-benda. Pergerakan sel-sel tubuh, pergerakan benda-benda langit. “Waktu” menjadi berharga karena tubuh kita “menua”. Pergerakan sel-sel tubuh kita tidak abadi. Ada saatnya kerusakan sel tubuh kita lebih cepat daripada penciptaan sel-sel baru. Ketika sel-sel tubuh tak lagi mampu menopang organ-organ vital, itulah saatnya kematian tubuh kita.

Konsep waktu menjadi berharga karena pergerakan mikrokosmos dalam tubuh kita terbatas. Konsep waktu menjadi bernilai karena ada perbandingan antara keabadian keinginan manusia dengan ketidakabadian mikro. Maka manusia hidup seperti berkejaran dengan waktu. Padahal kita berkejaran dengan pergerakan sel-sel tubuh kita sendiri. Ada orang yang umur 40-50an sudah tidak bisa apa-apa, ada orang yang umur 80an masih sibuk berkarya. Bahkan menurut cerita, ada orang-orang yang hidupnya hingga ratusan tahun. Bagi mereka barangkali hidup tak lagi soal waktu. Hidup adalah soal karya. Perubahan apa yang bisa kita lakukan terhadap diri dan lingkungan kita ketika kita masih punya kekuatan untuk berbuat.

Jadi apa yang akan anda lakukan dalam satu putaran revolusi bumi mengelilingi matahari yang akan datang terhitung mulai saat ini?

Leave a Reply

  • Related Content by Tag