in Pemikiran, Publik

Socmed

Tak pikir orang butuh social media itu setidaknya untuk hal-hal berikut:

  1. Katarsis alias curcol. Orang butuh mengungkapkan isi hatinya. Kadang curhat masalah pribadi, mengeluh, menyemangati diri sendiri, dll. Yang sering jadi masalah adalah apa yang ditulis di social media itu muncul di halaman rumah orang lain. Jadi kalau kita memperlakukan social media (Facebook, Twitter, dll) sebagai tempat sampah, sebenarnya yang kita lakukan adalah membuang sampah di halaman depan rumah orang lain. Apa yang kita rasakan kalau ada orang tiap hari buang sampah di depan pintu rumah kita?
  2. Berbagi. Berbagi info, tautan berita, pengetahuan, pemikiran, jokes, gambar lucu, dll. Ini salah satu yang bikin social media menarik. Kita seperti berlangganan berita yang sudah difilter berdasarkan minat teman-teman kita. Ini bagus sekaligus buruk. Kalau teman-teman kita memiliki minat yang sama dengan kita, jadi bagus. Tapi kita gak punya kontrol atas apa yang dibagikan oleh teman-teman kita. Meski Facebook memiliki fitur yang memungkinkan kita berbagi info ke List tertentu yang kita buat berdasarkan kriteria-kriteria yang kita tetapkan sendiri, begitu juga Google Plus dengan Circle-nya, namun kita sama sekali tidak punya kontrol atas apa yang “teman-teman” kita bagikan di halaman depan rumah kita. Ini buruk. Sebagian orang misalnya, menggunakan social media untuk pamer. Baju baru lah, mobil baru lah, liburan ke mana lah, makan di mana lah, pamer penghasilan lah, dll. Kadang buka facebook itu seperti begitu buka pintu rumah kita ternyata ada pasar kaget di halaman depan rumah kita. Semua orang berteriak macem-macem topik. Agama, politik, gosip artis, kriminal, semuanya campur aduk. Belom lagi banyak berita-berita hoax yang bertebaran tanpa cek dan ricek, puyeng dah liatnya. Apalagi kalau lagi musim pemilu begini. “Seorang capres tertangkap basah mesum di kamar mandi bersama seorang artis cilik yang sedang naik daun.” Hadeeh..
  3. Koneksi. Orang butuh terhubung dengan orang-orang yang dikenalnya. Orang ingin terhubung dengan orang-orang baru yang menurutnya menarik. Social media memungkinkan kita terhubung tanpa mengenal jarak dan perbedaan waktu. Sebenarnya inilah yang diinginkan oleh semua social media pada awalnya. Tapi memang begitu sebuah produk diluncurkan, akan jadi apa produk itu tidak lagi berada sepenuhnya di tangan perusahaan pemilik social media tersebut melainkan berada pula di tangan para penggunanya. Kita tentu tidak asing dengan orang yang memanfaatkan Facebook untuk jualan, atau Twitter untuk menggiring opini massa. Padahal mungkin awalnya Facebook dan Twitter diluncurkan bukan untuk itu.

Nah itulah sebabnya sekarang aku lebih nyaman berbagi di blog pribadi seperti ini. Supaya kalau aku ingin ngomong apapun, aku tidak meneriakkannya di depan pintu rumah orang lain. Inipun aku masih belum merasa nyaman sepenuhnya. Aku ingin bikin blog yang orang bisa pilih topik apa yang ingin mereka baca dan apa yang tidak ingin mereka lihat. Filtered by topic, kira-kira gitu lah. Kalau aku sedang ingin buang sampah, aku ingin sampahku itu tidak otomatis terlihat di depan. Tersembunyi di belakang, khusus bagi yang memang suka ngaduk-aduk tempat sampah orang. 😀 Memang jadi butuh usaha dariku untuk memilah-milah apa yang aku tulis ke dalam kategori-kategori. Tapi demi kenyamananku dan orang-orang yang membaca tulisanku, kurasa itu penting.

Leave a Reply