Pantai Siung, Si Perawan yang Mulai Terjamah

Gara-gara beberapa teman mengupload foto-foto Pantai Siung yang aduhai indahnya, aku pun terpikat dan ingin segera mengunjunginya. Akhirnya kesempatan itu datang juga. Hari Minggu kemaren aku kesampean juga berlibur ke sana. Kebetulan aku dan istri sedang berlibur panjang di kampung halaman di Sanglor, Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta. Tanpa rencana, kami tiba-tiba ingin saja berlibur bersama ke Pantai Siung. Kemudian bersama dengan istri, mertua dan beberapa tetangga kami berwisata bersama ke salah satu obyek wisata pantai Yogyakarta itu.

Pantai Siung, Kecantikan yang Tersembunyi

Pantai Siung termasuk salah satu wisata pantai Yogyakarta. Meski keindahannya jelas tidak kalah dengan pantai-pantai lain di deretannya seperti Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Krakal, Pantai Sundak, Pantai Drini dan lain-lainnya, nampaknya Pantai Siung masih kalah pamor. Mungkin selama ini media lebih banyak mengekspos pantai-pantai tetangganya sehingga belum banyak orang yang mengenal Pantai Siung dan kecantikannya. Ketika kami berwisata ke Pantai Siung, hanya ada sekitar 100 pengunjung di sana. Padahal itu hari Minggu dan masa liburan sekolah. Bandingkan saja dengan Pantai Baron yang kami kunjungi di hari yang sama, dibanjiri oleh lebih dari 1000 orang !

Sekolah Internet Indonesia

Selain kurangnya ekspos media terhadap Pantai Siung, penyebab lain kurang dikenalnya pantai ini oleh masyarakat adalah kurangnya penunjuk arah menuju pantai ini. Bahkan nama pantai ini tidak tercantum dalam papan besar penunjuk arah di dekat pintu masuk deretan objek wisata pantai Yogyakarta ini. Bagi Anda yang baru pertama kali ingin mengunjungi Pantai Siung, Anda bisa bertanya kepada penjaga pos retribusi masuk obyek wisata ini. Para penjaga pintu masuk obyek wisata ini akan menunjukkan arahnya dengan ramah.

Sebenarnya tidak sulit menemukan pantai ini karena jalan menuju ke sana sangat bagus meski tidak lebar. Yogyakarta memang salah satu propinsi yang sangat memperhatikan kondisi jalannya. Sebagai kota wisata, tentu saja infrastruktur jalan adalah salah satu faktor pendukung utama supaya wisatawan yang datang merasa nyaman dan ingin kembali lagi ke sana. Selain bagus, jalannya juga tidak bercabang-cabang sehingga mudah diikuti. Pada setiap persimpangan juga selalu ada papan petunjuk arah yang meminimalkan kemungkinan pengunjung tersesat alias nyasar.

Pantai Siung terletak searah dengan Pantai Kukup, Pantai Krakal, Pantai Sundak dan Pantai Drini. Anda baru bisa melihat penunjuk arah ke Pantai Siung setelah Anda melewati Pantai Sundak. Sebelum Anda melihat papan petunjuk ke arah Pantai Siung, tiap ada persimpangan ikuti saja arah TEPUS. Pantai Siung terletak setelah Tepus.

Masih ada tiga pantai lagi setelah Pantai Sundak yang namanya tidak tercantum di papan besar penunjuk arah di dekat pintu masuk wisata pantai Yogyakarta ini yaitu Pantai Siung, Pantai Sadeng dan satu lagi kalo gak salah namanya Pantai Wanadri. Lokasinya memang masih jauh dari pantai-pantai yang lain. Dari pintu masuk obyek wisata dari arah Playen masih sekitar 25 kilometer lagi. Sedangkan dari pintu masuk dari arah Wonosari masih sekitar 6 kilometer. Mungkin jarak yang cukup jauh ini pula salah satu penyebab jarangnya pantai ini dikunjungi wisatawan. Kalo naik motor, dijamin pegal. Jalan yang naik turun berkelok-kelok ditambah sinar matahari yang menyengat membuat perjalanan menuju pantai ini melelahkan. Saran saya kalo niat mau ke Pantai Siung naik motor, datanglah berombongan supaya lelahnya tidak terasa. Bila hanya beberapa orang, lebih baik naik mobil.

Untunglah perjalanan yang melelahkan itu terbayar lunas oleh keindahan yang ditawarkan Pantai Siung. Garis pantai yang membentang lebih panjang daripada Pantai Baron, hamparan pasir putih yang membentuk busur meneluk diapit oleh gunung karang di kanan kirinya membuat pantai ini sangat layak untuk dikunjungi. Bila Anda berkunjung pada hari kerja bahkan mungkin Anda akan merasakan nikmatnya punya pantai privat karena tidak ada pengunjung lain yang datang. Hehehe

Mengunjungi tempat seindah Pantai Siung dan masih jarang diketahui orang memang menyenangkan. Masih bersih dan alami. Rasanya seperti ingin mematok pantai ini dari ujung ke ujung lalu menyertifikatkannya di BPN. Trus dibuat resort trus disewakan mahal. Halah, serakahnya manusia. Hehehe.

Wisata alam memang mengandalkan kebersihan dan kealamian obyek wisatanya. Selain infrastruktur sarana dan prasara tentunya. Semakin alami sebuah wilayah, semakin cantiklah ia. Namun ketika orang-orang mulai mengenalnya, wilayah itu menjadi seperti perawan yang mulai terjamah oleh lelaki. Bila tidak dijaga dengan ketat ia bisa rusak dengan cepat. Begitu pula dengan Pantai Siung ini. Ada rasa enggan ketika menuliskan tentangnya. Ada ketakutan kalau semakin banyak orang yang mengenalnya, semakin ramai ia. Lalu semakin kotor, semakin rusak, ah… Tapi lebih baik berpikir positif lah. Lebih baik banyak orang yang mengenalnya dan ikut menjaganya daripada menyembunyikannya lalu tahu-tahu ada orang asing yang membelinya lalu menutupnya dari akses publik seperti yang terjadi pada pulau-pulau cantik di seluruh pelosok negeri cantik ini.

Kekurangan Pantai Siung

Menurutku hanya ada dua kekurangan dari pantai cantik ini. Kekurangan pertama adalah pantainya yang sedikit agak curam. Nampaknya ini adalah efek ombak besar yang datang akhir-akhir ini. Bahkan efek ombak besar ini lebih parah terlihat di Pantai Baron. Nanti saya ceritakan di postingan selanjutnya tentang Pantai Baron.

Untungnya kondisi ini tidak terjadi di sepanjang pantai. Anda masih bisa menikmati pantainya yang landai di sisi kiri dekat dengan pegunungan karang. Maklum, daerah sebelah situ terlindungi oleh deretan karang di depannya yang memecah ombak besar yang datang.

Kekurangan yang kedua adalah di pantai ini tidak banyak terdapat warung makan. Hanya ada beberapa warung makan di sini. Juga tidak ada yang menjual ikan segar. Pantai Siung memang bukan pantai tempat nelayan berlabuh. Berbeda dengan Pantai Baron misalnya, yang merupakan pelabuhan nelayan. Jadi kalau Anda ingin menikmati Pantai Siung dan menikmati makan ikan di tepi pantai, datanglah pada pagi hari sehingga menjelang jam makan siang Anda bisa berpindah ke Pantai Baron di mana terdapat pasar ikan segar dan banyak warung makan yang menyediakan beranekaragam menu seafood. Nyam nyam nyam. Nanti saya ceritakan di postingan selanjutnya.

Katanya sih di Pantai Sadeng yang terletak setelah Pantai Siung juga banyak penjual ikan dan harganya lebih murah daripada di Pantai Baron. Tapi karena kami sudah merasa lapar dan tidak ingin menempuh perjalanan lebih jauh lagi, kami memilih untuk makan di Pantai Baron yang terletak di jalur perjalanan pulang kami. Next time kami mau coba ke Pantai Sadeng dan makan di sana :)

O ya, katanya Pantai Siung juga adalah tempat yang terkenal di kalangan para pemanjat tebing. Kalo aku liat sih emang karang-karang yang menjulang di sana menantang banget buat para pemanjat tebing. Tapi kalo aku enggak deh. Mendingan makan ikan. Hehehe

Oke, daripada berpanjang lebar, biarkan gambar bicara lebih banyak. Inilah beberapa foto kecantikan Pantai Siung yang sempat kurekam dengan kamera sakuku. Masih ngimpi beli kamera DSLR. Hehehe

Pantai SiungPantai SiungPantai SiungPantai SiungPantai SiungPantai SiungPantai SiungPantai Siung

Pantai Siung
Ibunda dan adik Malin Kundang menangisi Malin Kundang yang telah berubah menjadi batu.
Pantai Siung
Nemu anak ! Nemu anak !

Pantai SiungPantai SiungPantai Siung

Pantai SiungPantai Siung

Pantai Siung
Pengunjung Pantai Siung, meski di hari libur namun tetap tak seramai Pantai Baron dkk

Related posts:

{ 8 comments… read them below or add one }

STR 5 July 2011

Wah, ini sih overexposure mas… Fotonya banyak banget…

100 pengunjung itu udah buanyakkkz. Aku pernah di pantai itu cuma berdua. Besok ke sana pasti udah… Ah.

Reply

berlinsianipar 6 July 2011

Lah lha malah katanya Pantai Siung udah jadi headline Kompas minggu lalu. Makin overexposure tuh :)

Reply

Maharani Koto 15 July 2011

Ya Tuhaaan,,, setelah sekian lama penasaran sama nama-nya,,, ternyata Pantai Siung toh!! Sembilan tahun yang lalu (sekitar tahun 2002) saya pernah kesana bareng temen2, ga sengaja ketemunya jg, karena cukup kecewa ma Kukup dan Krakal jd kita muter2 pake mobil sekitar situ,, eeh,, ketemu satu pantai yang keren bgt yang ketutup ama ilalang yang tinggi2,, dan walhasil serasa punya pantai pribadi,, yang ada dsana cuma rombongan saya aja,,,
Dan kala itu rasanya belum ada warung satupun, terpaksalah kita yang sudah berbasah-basahan balik arah ke Krakal sekedar untuk mandi dan ganti baju,,
hooo,, makasih bwt info nya ya… GBU!

Reply

Berlin Sianipar 16 July 2011

Kalo pas bukan musim liburan masih bisa ngerasain punya pantai pribadi mbak. Tapi kalo musim liburan Pantai Siung udah rame meski tetap tidak seramai Baron. Btw, kenapa ganti baju sampe harus balik ke Krakal? Kan busa di balik ilalang tinggi itu. Hehehe

Reply

Maharani Koto 19 July 2011

ahahahahaha,, tak lah ganti baju di ilalang situ,,, bukannya bersih malah gatal-gatal… :P

Reply

Sriyono Semarang 10 August 2011

wah bagus banget….. semarang pantainya ala kadarnya semua dari sononya… nggak ada karang… nggak ada pasir putihnya… dah begitu pengelolaannya juga ala kadarnya… :(

Reply

Berlin Sianipar 11 August 2011

kayaknya pantai utara karakternya begitu ya? kecuali yang di kepulauan seribu. hehehe

Reply

Irwan Setiawan 9 January 2012

Ini Pantai emang keren, kebetulan deket banget sama kampung halaman gw di Kec. Tepus desa Danggolo. Jadi tiap mudik gw wajib main2 kesini dan pantai2 sekitarnya…

Keren ! :D

Reply

Leave a Comment

[+] kaskus emoticons

Previous post:

Next post: