in Catatan Kehidupan, Pribadi

My Father’s Love

Hari ini, yang bagi sebagian orang dirayakan sebagai Hari Valentine, hari kasih sayang, bapakku pergi keluar dan datang membawa berbatang-batang coklat untuk dibagikan pada semua anggota keluarga dan juga para karyawan.

Bagi sebagian orang memberi coklat mungkin dianggap bentuk kasih sayang. Tapi aku tak akan melupakan satu hal di masa ketika hubunganku dengan bapakku tidak sebaik sekarang. Aku masih sangat muda, pemarah dan berjiwa pemberontak, sementara bapakku tidak sekomunikatif sekarang dengan anak-anaknya. Hubungan kami saat itu seperti perang dingin AS dan Uni Soviet. Tidak berkelahi, namun kami tidak saling berbicara satu sama lain. Suatu malam yang dingin aku tertidur di dipan di depan televisi. Aku merasakan ada seseorang di dekatku. Aku sedikit membuka mataku, dan melihat bapakku menutup tubuhku dengan selimut pengusir hawa dingin. Malam itu aku tahu, bahwa di balik sikap diamnya, ia menyayangiku. Sangat menyayangiku.

Thanks Dad, for the chocolate, and for the love you give to me all my live. I love you.

Leave a Reply