in Keluarga, Pemikiran, Publik

Eh jadi gini. Tadi di radio denger ada orang renungan tentang mengubah pasangan hidup. Kalo punya pasangan hidup yang keras kepala, dll semacamnya, maka kita perlu membaikinya tanpa pernah bosan. Kalau pasangan kita tidak juga berubah, itu karena kita berhenti berbuat baik kepadanya. Analoginya, batu yang keras sekalipun kalo ditetesi air terus menerus akan berubah. Manusia juga gitu, kata dia. Kalau dibaikin terus suatu saat akan berubah.

Ya bebas aja sih. Tapi kalo saya, itulah pentingnya mengenal calon pasangan sebelum masuk jenjang pernikahan. Gak perlu detail sampai tahu ukuran beha segala. Tapi at least kita kenal kebiasaan-kebiasaan buruknya, supaya kita tidak kaget kalo akhirnya kita menikahinya. Ada teman yang cuma kenal sebentar dengan calon suaminya. Begitu menikah ternyata si suami ringan tangan. Bukan rajin bekerja, tapi rajin memukul. Akhirnya mereka bercerai.

Saya nggak ngomong tiap pasangan wajib pacaran lho ya. Tapi at least kenalilah pasangan sebelum kalian menikah. Paling enak itu kalo kita menikah sama teman kita yang kita kenal sejak lama. Jadi udah tau bagus jeleknya. Kalo kenalnya baru sebentar, ya usahakanlah kenal dengan keluarganya. Karena konon kita bisa tahu kepribadian seseorang dari relasinya dengan keluarganya. Pacaran jangan cuma aktivitas fisik seksual doang. Apalagi kerajinan nanya, “Yang udah makan belom?” Banyakin ngobrol tentang rencana masa depan. Mau dibawa ke mana hubungan kalian. Mau kerja di mana kalian, punya rumah di mana, pengen punya bisnis apa. Dari situ kalian bisa kenal daleman otaknya pasangan kalian. Itu kalo kalian merencanakan pernikahan kalian berjalan seumur hidup. Kalo enggak ya gak usah. Ngewe aja terus. Habis itu nikah karena tekdung, 3 tahun trus cerai. Tapi apa iya pengen kayak gitu?

Balik ke mengubah pasangan, tak pikir kok kita gak bisa terlalu naif ya. Kemarin mentor saya cerita ada orang yang selama sekian tahun punya sahabat yang ngeselin, ngabisin energi doang dengan menyakiti perasaannya terus menerus. Akhirnya disarankan untuk meninggalkan sahabatnya itu, memutuskan persahabatan makan hati yang sudah terjalin bertahun-tahun. Eh si sahabat memohon-mohon biar orang itu tidak memutuskan persahabatannya. Tapi keputusan sudah bulat. Akhirnya persahabatan itu putus dan orang itu merasa sangat nyaman karena tidak lagi ada vampir energi yang menyedot energi emosinya habis-habisan.

Orang berubah bukan karena waktu. Bukan pula karena perbuatan baik orang kepadanya. Orang berubah karena ia punya alasan untuk berubah. Seorang perokok berat tidak akan berhenti merokok kalau ia tidak punya alasan untuk berhenti merokok. Kecuali dengan teknik tertentu lho ya. Nah karakter seseorang juga tidak akan berubah kalau ia tidak punya alasan untuk berubah. Entah itu karena suatu peristiwa emosional, atau karena kesadarannya meningkat. Untuk mengubah seseorang kita perlu memberinya alasan. Untuk meningkatkan kesadaran seseorang, cuma orang itu sendiri yang bisa. Dengan banyak belajar, dengan niat untuk mengembangkan kesadarannya. Kalo enggak, ya sampe kapanpun gak bakal bisa meningkat.

Kalo kita sudah telanjur punya pasangan yang sifatnya tidak kita sukai gimana?
1. Banyakin ngobrol dengannya. Komunikasi adalah kuncinya. Ngobrollah sebelum tidur, ketika gerbang pikiran bawah sadar terbuka secara alami. Ngobrol tentang keinginan, harapan, cita-cita, impian-impian kalian. Itu seperti menaruh wortel di depan mata seekor kelinci, membuatnya ingin bergerak maju.
2. Belajar hypnosleep dan atau hypno EFT. Teknik yang powerful untuk menanamkan benih pikiran ke dalam pikiran bawah sadar pasangan kita.
3. Belajar mandiri. Daripada kita makan hati karena terikat dengan pasangan kita secara ekonomi, mendingan belajar mandiri. Kalau pasangan kita akhirnya berubah ya itu jadi berkah, kalau pahitnya pasangan kita enggak berubah ya kita sudah siap dengan kemungkinan terburuknya.

Tapi itu semua gak berguna kalau kita sendiri tidak belajar menjadi orang baik. Kita sendiri harus belajar mengembangkan diri kita, meningkatkan kapasitas diri kita. Pikiran yang baik menarik hal-hal baik ke dalam kehidupan kita. Kalau punya pasangan yang kurang baik, jangan ngomel-ngomel. Pikiran yang buruk menarik semakin banyak hal buruk dalam kehidupan kita. Belajar mengendalikan pikiran, belajar menggunakan potensi pikiran untuk mengembangkan kehidupan kita.

Kita bisa menunggu puluhan tahun untuk mengubah bentuk batu dengan tetesan air, tapi kita bisa mengubahnya dalam waktu singkat menjadi patung yang indah dengan menggunakan alat yang tepat.

Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya.

old-couple-adorable-close-up

Leave a Reply