in Pemikiran, Publik, Sosialita

Media

Social media, media yang isinya berasal dari lingkaran-lingkaran sosial kita. Tanpa filter, jadi sering terasa riuh rendah. Seperti berada di tengah konser musik metal, lalu kita memecahkan piring untuk menambah bunyi-bunyian, atau sekedar mencari perhatian. Sebagian orang memperlakukan social media seperti pemilik koran lampu merah. Segala macam konten sampah dimasukkan untuk menambah oplah, demi merasa eksis meski menuai caci maki dan sumpah serapah.

Kita membenci televisi karena mutu siarannya rendah. Lalu kita isi media sosial dengan tulisan-tulisan yang bermutu rendah. Seperti mengumpati banjir lalu berak di meja makan.

Leave a Reply