in Catatan Kehidupan, Pribadi

Kebahagiaan

Semua orang ingin bahagia. Itulah motivasi hidup setiap orang.

Kalau kita menempatkan motivasi hidup kita pada orang lain maka ketika orang itu mengecewakan kita, kita akan menjadi kehilangan motivasi kita untuk hidup. Seorang pria yang berkata kepada pasangannya, “Aku bahagia kalau melihatmu bahagia,” akan langsung kehilangan kebahagiaannya manakala melihat pasangannya marah atau bersedih.

Kalau kita menempatkan motivasi hidup kita pada harta benda yang kita miliki/ingini, maka kita akan merasa tidak bahagia ketika kita kehilangan/belum memiliki benda-benda yang kita inginkan itu.

Maka motivasi hidup seharusnya dibangun utamanya untuk diri kita sendiri. Mengapa kita hidup, mengapa kita bekerja, tujuan yang pertama adalah diri kita sendiri. Apa yang ingin kita capai dalam diri kita dalam kehidupan ini? Seorang guru pernah berkata, “Milikilah keinginan untuk mempunyai uang 10 milyar bukan karena uangnya semata melainkan karena pertumbuhan dirimu dalam proses mencapai tujuan memiliki uang 10 milyar itu.” Pertumbuhan pribadilah yang layak untuk kita jadikan motivasi hidup utama kita. Kita harus memutuskan untuk bahagia kapanpun kita belajar, bertumbuh dan berkembang secara pribadi dalam proses bekerja untuk mencapai tujuan, goal dan target-target itu. Hidup adalah belajar dalam kerja dan karya.

Leave a Reply