in Catatan Kehidupan, Pribadi

Semua orang butuh tempat katarsis. Facebook bukan tempat yang cocok untuk itu, kecuali kita mengatur privasi postingan kita menjadi “Private” atau memilih opsi “Only me” pada pilihan privasi sebelum kita memposting tulisan kita ke Facebook. Yang sering tidak disadari oleh para orang tua gaptek dan anak muda labil adalah setiap postingan mereka itu muncul di halaman Facebook orang lain dalam daftar teman kita. Kalau kita tiap hari ngeluh, misuh-misuh, curhat, dll lewat Facebook kita, tanpa disadari semua itu kita masukkan ke halaman Facebook teman kita. Ibaratnya kita tiap hari produksi sampah, nah sampahnya kita taruh di depan rumah tetangga. Jadi tiap hari mereka keluar rumah, otomatis langsung lihat sampah kita. Sekali dua kali mungkin bisa dimaklumi. Lama kelamaan eneg juga. Akhirnya tentu unfriend atau bahkan blokir.

Untuk itulah saya butuh blog. Ini tempat saya katarsis, ndak edan. Yang baca blog saya biasanya nyangkut dari hasil pencarian Google. Yang berlangganan blog saya berarti orang yang tertarik dengan apa yang ada di pikiran saya. Saya sendiri berusaha untuk tampil apa adanya di sini. Tentu saja tanpa sebut nama, tanpa emosi berlebihan. Paling banter dengan candaan. Hal-hal yang pribadi saya kunci untuk konsumsi pribadi saya sendiri. Biar nggak nyampah di halaman rumah orang lain. Dulu sempat bikin subdomain atau URL khusus untuk blog pribadi. Lama-kelamaan males ngurusnya, akhirnya semua kembali masuk ke satu blog. Kayak dulu punya beberapa akun Facebook untuk urusan yang berbeda-beda, sekarang satu akun aja kadang males bukanya. The amount of bullshit posts sometimes overwhelming. Sekarang lebih pilih-pilih teman Facebook. Yang sepemikiran ditampilkan, yang tidak ya disembunyikan. Yang tukang tag diunfriend, yang nyolot komen diblokir. I’m a simple man. Ngapain ngurusin semua hal.

Sebisa mungkin saya bikin postingan yang berdampak. Artinya, postingan tidak cuma tentang diri saya sendiri, tapi ada nilai-nilai yang bisa diambil oleh pembacanya. Make it that everyone whose life line crosses yours is touched by your words and changed by your acts. Kira-kira begitu. Kayaknya keren ya kalo pake Bahasa Inggris? 😀

So, apakah Anda merasa tulisan saya berdampak pada Anda? Saya harap iya, secara positif. Kalau Anda mual-mual baca tulisan saya, coba pakai test pack. Jangan-jangan Anda yang positif.

Leave a Reply