Regrets

Ada dua macam penyesalan :

  1. Penyesalan karena kita melakukan sesuatu kemudian gagal
  2. Penyesalan karena kita sama sekali tidak mencoba melakukan sesuatu yang seharusnya bisa kita lakukan

Penyesalan yang pertama bersifat sementara, sedangkan penyesalan yang kedua seringkali dibawa orang sampai mati.

I can stand the temporary pain of failing, but I can’t stand the lifelong pain of not trying.

Samuel

Samuel pulang dari les petang hari. Maklum jaman sekarang sekolah pelajarannya bejibun, jadi harus les dari pulang sekolah sampai sore. Sambil melepas lelah, Samuel tiduran di kamarnya. Tiba-tiba ia mendengar suara memanggil namanya, “Samuel, Samuel…”

Ia kaget. Ia teringat pelajaran Sekolah Minggu hari Minggu lalu di gereja, tentang seorang nabi yang bernama sama dengannya, mendengar suara memanggil namanya persis seperti yang sedang ia alami saat ini.

Samuel mencondongkan telinganya ke depan, mencoba mendengar lebih jelas suara itu.

“Samuel, Samuel..” Suara itu terdengar lagi!

Sekonyong-konyong ia mengambil sikap hormat duduk bersimpuh di lantai, kepalanya menunduk dan kedua tangannya tertangkup di depan dada. Seperti seorang hamba yang taat ia pun menjawab seperti Nabi Samuel,

“Ya, Tuhan. Ini aku. Berbicaralah, Tuhan, sebab hamba-Mu ini mendengar.”

Suara itu pun menjawab, “Samuel, Samuel, ini bukan Tuhan. Ini Bapak. Tolong ambilkan handuk di jemuran belakang. Bapak tadi mandi lupa bawa handuk.”

Komposisi

Berikut tips sederhana mengambil komposisi gambar untuk membuat fotografi kita lebih menarik walaupun mungkin cuma pakai kamera handphone. Steve McCurry adalah fotografer terkenal yang salah satu karyanya adalah The Afghan Girl yang jadi cover majalah National Geographic.

Traveloka

Weis, lama banget gak nulis ternyata. Sampe berdebu ini blog *bersih2 sarang laba2. Baiklah. Mumpung agak senggang, nulis dah.

Kali ini mau nulis tentang pengalaman pertama menggunakan situs booking tiket hotel dan pesawat karya anak bangsa, Traveloka. Tau situs itu dari iklan di televisi tentu saja. Yang perempuan bungee jumping dari jembatan sambil booking via aplikasi Traveloka di smartphone trus jatuhnya ke kasur empuk di hotel. Waktu pertama liat iklan itu ngebayanginnya malah si cewek jatuh ke kasur kamar hotel yang ada cowok gantengnya. Wahaha. Mesum banget.

Kenapa milih Traveloka? Well, sebenernya tadinya bukan pilihan pertama sih. Biasanya aku booking hotel pake Agoda. Kemarin juga mau pake Agoda karena setelah aku bandingkan beberapa situs booking, Agoda ngasih tarif paling murah. Tapi ternyata aku lupa matiin ekstensi proxy di browser Google Chrome-ku. Alhasil, IP-ku terdeteksi sebagai IP Singapura, bukan IP Indonesia. Nah si Agoda ternyata punya fitur pencegah fraud yang bikin pembayaranku via kartu kredit harus diverifikasi. Pilihannya ada dua, verifikasi pakai penarikan sejumlah kecil uang dan mengkonfirmasi dengan empat digit nomor transaksi yang harus ditanyakan ke bank penerbit kartu kredit, atau pake ngirim dokumen identitas diri. Karena aku orangnya males ribet, akhirnya aku coba pakai Traveloka. Hitung-hitung mencoba hal baru. Tarif di Traveloka sedikit lebih mahal daripada Agoda. Orderku kemarin untuk menginap 3 malam di Surabaya total bedanya sekitar Rp. 50 ribu. Tapi Traveloka tidak punya fitur pencegahan fraud seperti Agoda, sehingga orderku masuk dengan lancar meski pakai IP Singapura.

Setelah dapat hotel, aku coba juga pesan tiket pesawat via Traveloka. Biasanya aku beli tiket pesawat di agen penjualan tiket offline. Ternyata order tiket pesawat via Traveloka juga sangat mudah. Tinggal tentukan kota asal, kota tujuan, tanggal, dan jumlah penumpang, Traveloka akan mencarikan tiket dan mengurutkannya dari yang termurah. Order, bayar, tiket langsung dikirim via email dalam bentuk link ke PDF. Setelah aku install aplikasi Traveloka di hape, ternyata order hotel dan tiket sudah muncul di aplikasi itu. Ternyata ini yang sering ditunjukin orang-orang ke petugas bandara kalo pas mau masuk bandara. Karena aku belum punya pengalaman check in pake e-tiket, untuk jaga-jaga aku cetak saja tiketnya. Daripada pas mau check in ternyata hapenya mati ato baterainya habis, bisa batal terbang karena gak bisa nunjukin tiket. Hehehe.

Hotel sudah, pesawat sudah, tinggal hari H. Waktu sampai bandara Adisucipto Yogyakarta, aku tunjukin e-tiket di aplikasi Traveloka di hapeku. Waktu check in juga aku tinggal tunjukin itu ke petugas berikut KTP-ku dan istriku. Tiket tercetak, akupun terbang menuju Surabaya. Weis, lancar jaya. Ternyata enak banget pake Traveloka.

Sampe di Surabaya, naik taksi menuju hotel. Sampai di hotel, aku bilang sudah reservasi atas namaku. Mas resepsionis ngecek di komputer, trus minjam KTP-ku untuk masukin data tamu, tanya aku minta kamar yang tempat tidurnya dua kecil-kecil atau satu besar. Aku minta yang satu tempat tidur besar, habis itu mas resepsionis langsung ngasih kunci kamar hotel. Weh, gampang banget. Bahkan aku gak perlu nunjukin bukti pesananku di hape.

Acara di Surabaya selesai, aku pulang ke Jogja. Check in di Bandara Juanda Surabaya juga pake e-tiket di aplikasi Traveloka di hape. Lancar jaya. Sampe di Jogja, waktu ngambil barang bagasi, petugas bandara ngecek tiketku untuk mencocokkan dengan barang bawaanku. Aku tunjukin lagi e-tiket di hapeku. No problem, akupun langsung meluncur pulang ke rumah.

Kesimpulannya, Traveloka bukan situs booking tiket pesawat dan hotel yang paling murah, tapi sangat memudahkan prosesnya. E-tiket bikin kita gak perlu bawa-bawa kertas bukti booking. Aplikasi Traveloka di hape juga memberikan info-info diskon khusus yang bikin ongkos pergi-pergi jadi lebih murah. Sayang kemarin pas gak ada promo untuk tanggal yang aku butuhkan. Pembayaran juga mudah, pilihan cara pembayarannya banyak.

Apakah aku bakal pakai Traveloka lagi? Kemungkinan iya, kecuali ada yang lebih murah dengan kemudahan yang sama. Ini aku lagi ngetest HotelQuickly, aplikasi booking hotel di last minute yang ngejanjiin tarif paling murah karena hanya melayani pemesanan maksimal sehari sebelum tanggal pemakaian. Sudah baca beberapa review, banyak positifnya. Belum nemu negatifnya. Ada orang yang booking hotel via HotelQuickly bahkan waktu sudah sampai di gerbang hotelnya. Ternyata ordernya langsung masuk dan bisa langsung check in. HotelQuickly ini menjual kamar-kamar hotel yang belum laku pada waktu yang sudah sangat mepet. Makanya bisa jadi murah banget. Moga-moga besok pas butuh hotel, pake HotelQuickly bisa dapet yang murah banget. Tapi kayaknya aplikasi ini tidak cocok digunakan waktu peak season. Bayangin udah jauh-jauh liburan ke Phuket, belum booking hotel karena berharap dapat hotel super murah pake aplikasi HotelQuickly, ternyata tidak ada kamar yang kosong karena sedang musim liburan atau sedang ada acara besar di kota itu. Wahaha. Nggembel dah.

Yang pengen nyoba HotelQuickly, silakan langsung ke websitenya, ntar tak kasih kredit Rp. 130 ribu. Caranya, habis install aplikasinya trus masukin kode BSIANIP buat redeem kreditnya 🙂