Sebuah Cerita dari Jakarta

Jadi saya mau cerita sedikit pengalaman hari ini.

Siang tadi dalam perjalanan pulang dari belanja di Senen kembali ke Lippo Karawaci, saya ketilang polisi. Sebenernya karena rambu yang tidak jelas. Petunjuk arah tertera dua jalur untuk masuk tol, tapi ternyata jalur masuk tol jadi satu. Dan seorang polisi sudah mangkal di dekat situ untuk menangkap mangsanya, para pengendara mobil yang salah ambil jalur. Melayanglah Rp.250.000 ke kantong pak polisi. Ya semoga jadi berkat lah buat beliau. Eh sapa tau dia lagi butuh biaya sekolah atau kuliah anaknya. Kasihan, udah tua, udah lama jadi polisi pangkatnya segitu-gitu aja ๐Ÿ˜€

Nah yang membuatku tertawa sekaligus termenung karena ingat hal yang sebenarnya sudah aku pelajari tapi kali ini aku lupa adalah, ternyata sehari sebelumnya aku mengupload foto ini ke instagram dengan caption:

Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi damai menutupi pelanggaran.

Kalau melanggar aturan lalu lintas, kasih 50.000 pasti beres.

image

Ternyata oh ternyata, sehari setelah aku memikirkan hal itu, terwujudlah menjadi kenyataan. Malah aku harus kasih 5x lipat untuk menutupi pelanggaranku. Hahaha

Jadi ternyata, kita harus lebih sadar dalam berpikir karena benih pikiran itu akan tumbuh dan berbuah menjadi kenyataan. Terlebih kalau energi diri kita besar, energi gravitasi kita juga akan besar sehingga kita akan menarik segala hal yang kita pikirkan dan disetujui oleh pikiran bawah sadar kita dengan sangat cepat.

Malam ini sebelum tidur aku berbincang tentang hal ini dengan istriku. Akupun lalu bertanya padanya, “Pikiran kita kemarin terwujud hari ini dalam jumlah lima kali lebih banyak. Kalau begitu, apa yang akan kita pikirkan malam ini?”

Istriku menjawab, “Pengen dapet rejeki satu milyar !”

“Hahaha.. iya ya. Biar besok dapetnya lima kali lipat ya. Jadi lima milyar. Hehehe..” sahutku.

Semoga dan sepertinya pikiran bawah sadarku setuju. Terlebih hari ini aku dapet pelajaran penting. Yang pertama waktu belanja di sebuah toko besaaaar yang ternyata berawal dari sebuah toko kecil berukuran 3×3 meter di Glodok pada tahun 1955. Sekarang jadi perusahaan besar yang memegang franchise jaringan toko Ace Hardware, Informa dan Toys Kingdom di seluruh Indonesia, dan juga sudah membangun Living World Alam Sutera, mall khusus Home Living dan Eat-tertainment seluas 140.000m2. Perusahaan ini juga memiliki beberapa merk produk terkenal, salah satunya Krisbow. Di situ aku belajar tentang pentingnya hardwork, networking, professional management dan ketekunan dalam mengembangkan usaha.

Pelajaran yang kedua kudapat setelah aku mengikhlaskan uang tilang buat pak polisi tadi. Malam ini waktu aku lihat-lihat boneka sambil nunggu sate dan bakmi di dekat rumah kakak iparku, ternyata ibu pemilik toko itu orang Kutoarjo. Kebetulan ketemu juga dengan suami beliau di situ. Kami ngobrol dan sharing panjang lebar tentang dunia bisnis. Beliau pensiunan PT Astra. Sebelum pensiun beliau dilatih oleh perusahaan untuk menjadi entrepeneur. Eh ternyata yang melatih adalah tim dari dari Entrepeneur University. Jadi ternyata kami sama-sama alumni EU ๐Ÿ˜€ Nambah kenalan, dapet banyak pelajaran dari senior, walah ternyata memang ikhlas itu membawa berkah. Yang bisa diubah ya diubah, yang tidak bisa ya diikhlaskan. Yakin lah ikhlas itu pasti selalu always membawa berkah ๐Ÿ™‚

Apa Arti Hidup Ini?

This is beautiful. Seorang anak berumur 6 ยพ tahun (itu yang dia bilang :D) bertanya pada Neil deGrasse Tyson, seorang ilmuwan populer, sebuah pertanyaan yang jarang ditanyakan oleh orang dewasa, namun sekali ditanyakan akan mengubah hidupย dan cara pandang si penanya tentang kehidupan: Apa sih arti hidup ini? Apa sih makna kehidupan ini? Dan Neil deGrasse Tyson menjawabnya dengan sangat indah, dalam namun sederhana. Saya belum punya waktu luang untuk menuliskan kembali dan menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia, tapi semoga anda mengerti sedikit bahasa Inggris sehingga bisa memahami apa yang Neil katakan dalam video ini. Tontonlah! ๐Ÿ™‚

Work vs Fun

Me : Kenapa kamu melakukan ini?
Part of me : Karena kamu terlalu keras bekerja sampai lupa untuk bersenang senang.

Jadi inget salah satu materi di QLT tahun lalu. Sampai umur berapa kita ingin hidup? Saat ini, berapa sisa umur kita? Dari sisa umur itu, karena 24 jam yang kita miliki setiap hari 8 jam kita gunakan untuk tidur, 8 jam untuk bekerja dan 8 jam untuk aktivitas lainnya, maka kita hanya punya waktu 8 jam yang terakhir itu untuk bersenang-senang. Satu-satunya cara supaya kita bisa memiliki waktu untuk bersenang-senang dua kali lebih banyak adalah dengan memilih pekerjaan yang sangat kita senangi sehingga kita tidak merasa sedang bekerja. Dengan demikian, kita akan selalu merasa bersenang-senang selama kita membuka mata kita. *menarik nafas panjang