in Catatan Kehidupan, Pribadi, Ucapan Syukur

Mengakhiri tahun 2015 ini pengen banget nulis. Jam menunjukkan waktu pukul 2.59 dini hari. Udara panas banget. Gak kuat tidur di kamar. Akhirnya bangun dan pengen nulis.

Dulu, mengawali tahun 2015, aku gak berani bikin target macem-macem. Entah kenapa, bahkan sampai kuartal pertama berakhir aku gak punya goal tahunan. Akhirnya memang perjalanan hidupku di tahun 2015 ini agak goyah, karena target pun tidak jelas.

Paling tidak aku bisa bersyukur target yang memang sedikit beberapa sudah tercapai, di antaranya:

  1. Jadi developer properti. Meski penjualan tersendat karena berbagai hal, aku belajar banyak untuk memperbaiki performaku di tahun 2016. Belajar fokus, belajar delegasi, belajar rekrutmen karyawan, belajar bikin team yang solid, belajar birokrasi, belajar banyak hal.
  2. Punya tanah 300 m2 di tengah kota Purworejo. Ini goal agak ajaib tercapainya. Aku cuma nulis di catatan di hapeku, goal punya rumah dengan luas tanah 300m2 di dalam kota Purworejo. Pengalamanku, beli rumah dengan luas tanah sekitar 120an m2 itu ternyata terlalu sempit. Eh beberapa hari kemudian ada teman gereja yang bilang mau jual tanahnya. Luasnya? 300m2. Setelah putar otak dan bantuan beberapa pihak, akhirnya sertifikat tanah itu bisa pindah ke tanganku. Awal tahun 2016 semoga bisa segera bangun rumah di situ.
  3. Lebih bisa mengendalikan emosi dalam menghadapi masalah. Tahun 2015 ini ada beberapa masalah besar dan kecil yang kuhadapi, semuanya terselesaikan dengan baik. Semuanya karena fokus pada solusi, bukan pada masalah. Yang belum bisa kukendalikan justru emosi excitement. Aku belajar bahwa dalam kondisi bahagia, kita justru beresiko mengambil keputusan secara terburu-buru. Keputusan bisnis harus diambil dalam kondisi emosi netral, penuh perhitungan matang, untung rugi dan strategi eksekusinya. Cintai bisnisnya, bukan lokasinya, kata Pak Ari Wibowo. Semua keputusan bisnis harus berorientasi pada kelayakannya terhadap bisnisnya.

Aku pengen mengakhiri 2015 dengan meditasi, mengawali 2016 dengan meditasi pula. Kata Pak Adi W. Gunawan, kalau sedang tidak sibuk biasakan ambil waktu hening, meditasi, relaksasi, minimal 30 menit setiap hari. Kalau sedang sibuk sekali, 1 jam sehari. 😀

Tahun 2016 aku juga pengen memanfaatkan waktu dengan lebih efisien. Aku sudah lebih sadar bahwa waktu berjalan terus dan tidak akan kembali (sebelum ditemukan mesin waktu). Makanya waktu yang ada harus dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk manfaat yang sebesar-besarnya. Biar suatu saat di umur matang, aku sudah bisa memetik buahnya. Ada banyak contoh orang hidup sampai umur 40-50an belum mapan, masih pontang-panting cari utangan buat hidup layak, blom lagi buat sekolah anak, nikahin anak, dll. Aku pengen aku punya uang cukup ketika suatu saat aku membutuhkannya. Aku pengen punya waktu cukup ketika suatu saat aku membutuhkannya. The more, the better. It means I can give the surplus I have to help other people. Itu semua harus dipersiapkan dari sekarang.

Tahun 2015 cepat sekali berlalu. Tahun 2016 pun akan begitu juga. Sayang kalau satu tahun lewat begitu saja tanpa pencapaian apapun karena kita tidak berani pasang target, goal dan tujuan.

Leave a Reply