2014

It’s almost the end of the year again. And just like Jim Rohn says, it’s a good time to review our year to date. And this is mine:

1. Finansial

Made a lot of progress. Di kuartal pertama tahun 2014 ini aku menetapkan satu goal yang cukup tinggi, penghasilan sekitar 6-7 kali penghasilanku saat itu. Puji Tuhan, bulan ini sudah tercapai lebih dari 50%. Penghasilanku saat ini sudah 3-4 kali lipat dari penghasilanku waktu aku menetapkan goal itu. It’s a good thing, I think.

2. Bisnis

A lot of progress too. Perubahan seringkali membawa kesengsaraan bagi banyak orang, tapi tidak jika kita bisa berselancar menunggangi ombak perubahan itu. Perubahan yang tak terduga pada peraturan di bidang bisnisku ternyata membawa rejeki tak terduga pula buatku. Orderan membludak sampai aku terpaksa mengulur waktu penyelesaian order dari 1 minggu menjadi 2 minggu karena kapasitas produksiku tidak bisa mengimbangi. Padahal pertengahan tahun ini, tepat sebelum musim panen bisnisku, aku sudah membeli satu mesin baru yang sangat membantu mempercepat proses pengerjaan orderan. Berkat yang sangat patut untuk aku syukuri.

3. Keluarga

Never better. Ada beberapa kejadian yang menimpa anggota keluargaku, seperti Bapak yang kecelakaan, dll, tapi itu justru membuat hubungan keluarga kami semakin dekat. Itu lebih berharga daripada harta benda. Ada juga pergumulan yang masih terus aku perjuangkan bersama istriku seperti misalnya soal keturunan, tapi itu tidak membuat kami patah semangat. Justru kami semakin erat bergandeng tangan, berusaha dan berserah penuh pada Tuhan.

4. Materi

Motor baru dan rumah baru! 🙂 Akhirnya aku berani menegakan diri untuk meninggalkan ibuku meski tidak jauh-jauh. Setidaknya aku jadi bisa menyeimbangkan antara memberi ruang gerak yang lebih luas untuk istriku dan juga tetap memperhatikan orangtuaku. Tahun depan rumahku selesai dibangun. Semoga jadi berkat bagi keluarga kecilku.

5. Spiritual

Still in progress. Kuartal pertama tahun 2014 aku mengikuti workshop QLT yang sudah lama kudambakan dengan salah satu tujuannya adalah untuk menemukan jalan spiritualku. Meski kini aku masih terus belajar (memang harus gitu kan ya?), aku tak lagi merasa tak punya arah. Aku kini mengambil jalan sunyi, menemukan Tuhan dalam diri. Aku masih percaya keberadaan Tuhan meski bukan Tuhan personal seperti dalam agama-agama. Beberapa kejadian di 2014 juga membuatku tidak lagi percaya pada pendeta. Next time kalau ada pendeta yang beralasan, “Pendeta juga manusia,” mungkin aku akan menyahutinya, “Lho lha emangnya pendeta itu lebih dari manusia?” Karena berbagai penyebab, kini segala macam urusan agamawi bagiku menjadi lebih bersifat sosial saja ketimbang spiritual. Dan aku juga udah ogah deket-deket sama pendeta yang itu lagi. Facebooknya pun udah kuremove dan kublokir lagi untuk ke sekian kalinya. Hahaha

6. Pengembangan diri

Ikut workshop Quantum Life Transformation-nya Pak Adi W. Gunawan akan selalu kukenang sebagai salah satu titik tolak dalam kehidupanku. Aku semakin mengenal diriku, semakin mengenal dunia pikiran manusia yang begitu luas dan luar biasa. Teknik-teknik yang diajarkan juga sangat efektif untuk menyelesaikan masalah dalam diri dan juga dalam proses pencapaian impian. Istriku bilang aku banyak perubahan sejak ikut QLT. Dia juga bilang tahun depan pengen ikut QLT juga. Semoga itu membuat langkah kami semakin kompak dalam menjalani kehidupan bersama sebagai sebuah keluarga.

7. Liburan

Setelah tahun lalu liburan ke Danau Toba, tahun 2014 cuma bikin goal liburan sederhana tapi bermakna. Pengen liburan ke Trans Studio Bandung bareng istri dan adik cuma karena pengen naik roller coaster 😀 Tercapai juga, tapi kapok naik roller coasternya 😀 Btw, ke Bandung adalah long trip pertamaku nyetir mobil sendiri. It was fun karena tidak terpatok jadwal waktu harus ke mana, harus pulang kapan. Berbeda dengan waktu kemarin mengantar sodara tunangan di Malang, waktu yang singkat plus perjalanan yang ternyata lebih jauh ketimbang ke Bandung bikin badan super capek. Pulang hari Senin, baru bisa mulai kerja lagi hari Jumat -__-. Anyway, 2014 was a nice travelling year. Nyetir mobil itu asyik ternyata 🙂

All in all, 2014 is a successful year and I’m very grateful for it 🙂