Bukan Alat, Melainkan Skill

 

Gambar digital ini dibuat oleh seorang artist menggunakan software gambar paling sederhana yang tersedia gratis di OS Windows, Microsoft Paint.

Lain kali kamu mengeluhkan kurangnya alat yang kamu miliki untuk berkarya, tontonlah video ini dan sadarilah bahwa yang utama bukanlah seberapa canggih alat yang kamu punya melainkan seberapa hebat skill yang kamu miliki.

Everyday I’m Something New

Everyday I’m something new. Setiap hari setiap kali relaksasi, aku bertumbuh, berubah menjadi sesuatu yang lebih baik, lebih baru. Bahkan tak jarang ketika bagian-bagian diriku yang selama ini mengidentifikasikan diri sebagai ‘aku’ menghilang atau berubah fungsi menjadi bagian diri yang baru, aku benar-benar berubah menjadi sesuatu yang baru. Everyday I’m something new.

Kebahagiaan

Semua orang ingin bahagia. Itulah motivasi hidup setiap orang.

Kalau kita menempatkan motivasi hidup kita pada orang lain maka ketika orang itu mengecewakan kita, kita akan menjadi kehilangan motivasi kita untuk hidup. Seorang pria yang berkata kepada pasangannya, “Aku bahagia kalau melihatmu bahagia,” akan langsung kehilangan kebahagiaannya manakala melihat pasangannya marah atau bersedih.

Kalau kita menempatkan motivasi hidup kita pada harta benda yang kita miliki/ingini, maka kita akan merasa tidak bahagia ketika kita kehilangan/belum memiliki benda-benda yang kita inginkan itu.

Maka motivasi hidup seharusnya dibangun utamanya untuk diri kita sendiri. Mengapa kita hidup, mengapa kita bekerja, tujuan yang pertama adalah diri kita sendiri. Apa yang ingin kita capai dalam diri kita dalam kehidupan ini? Seorang guru pernah berkata, “Milikilah keinginan untuk mempunyai uang 10 milyar bukan karena uangnya semata melainkan karena pertumbuhan dirimu dalam proses mencapai tujuan memiliki uang 10 milyar itu.” Pertumbuhan pribadilah yang layak untuk kita jadikan motivasi hidup utama kita. Kita harus memutuskan untuk bahagia kapanpun kita belajar, bertumbuh dan berkembang secara pribadi dalam proses bekerja untuk mencapai tujuan, goal dan target-target itu. Hidup adalah belajar dalam kerja dan karya.

Tentang Pendeta Yang Itu

Biasanya sih ya, kalo ada orang yang merasa sama orang ini bermasalah, sama orang itu bermasalah, sama banyak orang bermasalah, biasanya justru dianya sendiri yang bermasalah. Jadi kalo ada pendeta mengeluh terus karena majelisnya bikin masalah terus sama dia meski majelisnya udah gonta ganti berkali-kali, mungkin justru si pendetalah yang bermasalah. Mungkin caranya memperlakukan majelis dan jemaat tidak tepat. Mungkin dia menempatkan majelis dan jemaat sebagai pengikut yang harus nurut manut sama pendeta. Mungkin karena dia gak paham cara memperlakukan orang lain dengan benar. Atau karena sebab-sebab yang lain. Ya kita ngerti lah, pendeta itu belajar teologi bertahun-tahun. Tapi kebijaksanaan kan tidak dibentuk di ruang kuliah, ya to? Kalau mengambil peran sebagai guru spiritual tapi ego keakuannya masih gede banget (geli liat pendeta update status kayak abege, narsis abis sampai setiap slide kotbah selalu ada foto dia, di kotbah lebih sering pakai kata “saya” ketimbang “kita”, pengen makin eksis diakui sebagai orang penting), ya siap-siap aja berbenturan terus dengan berbagai pihak. #bosenmuakdengerkotbahngeluhterus